Ajib Hamdani ; “Target Kita Sangat Terukur & Bersifat Kuantitatif Dengan 2 Juta Pengusaha Muda Baru Maupun Menciptakan 18 Juta Lapangan Kerja Dan REPNAS Menjadi Garda Terdepan Untuk Bisa Mensosialisasikan Cita-Cita Dari Program Prabowo-Gibran”

Uncategorized270 Views

Jakarta, 8 Januari 2024 – Relawan Pengusaha Muda Nasional (REPNAS) bersama TKN Prabowo-Gibran meresmikan Sekretariat DPP REPNAS dan Mengadakan Talkshow Ekonomi dengan tema “Indonesia Economic Outlook 2024: Membedah Strategi Pertumbuhan Ekonomi Nasional di atas 6%” yang dilakasnakan di Gedung The East, Kuningan Barat Jakarta Selatan pada hari Senin, 8 Januari 2024.

Dalam peresmian Seketariat DPP REPNAS diisi dengan doa bersama, santunan yatim piatu, pemotongan tumpeng dan talkhow Indonesia Economi Outlook 2024 dengan menghadirkan narasumber ; Erwin Aksa (Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran), Dradjad Wibowo (Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran), Anggawira (Ketum REPNAS), Ajib Hamdani (Konsultan Pajak), Arief Rosyid Hasan (Komandan TKN Fanta), Mayjen (Purn) Ben Yura Rimba (Wakil Ketua Umum Perhimpunan Indonesia-Tionghoa), Harizah P Mangkunegara (Wasekjen DPP REPNAS).

Ajib Hamdani sebagai Dewan Pembina HIPMI dan Konsultan Pajak, saat ditemui awak Media online ; “Target kita sangat terukur dan bersifat kuantitatif dengan 2 juta pengusaha muda baru dan menciptakan 18 juta lapangan kerja dan REPNAS akan menjadi garda terdepan untuk bisa mensosialisasikan cita-cita dari program Prabowo-Gibran. Adapun fungsi stimulus itu hanyalah sebuah insentif agar pertumbuhan ekonomi bisa diatas 6% karena kalau ekonomi berjalan secara alamiah kita akan sulit mendobrak 6% dimana kuncinya adalah stimulus yang diberikan termasuk program-program komplit dilapangan itu bisa mendorong maksimal di lapangan, sehingga disini ada sebuah hubungan yang saling mendukung dan sekali lagi stimulus untuk memberikan daya maksimal pertumbuhan ekonomi diatas 6%. Kalo Pajak dinaikkan itu bukan dari tarifnya target penerimaan negara karena salah satu ukuran namanya tax ratio yaitu rasio pajak dibandingkan PDB.

Dimana angka indikator yang ada sekarang diangka 10% itu relatif masih bisa ditingkatkan dan poinnya adalah bagaimana meningkatkan secara umum tapi tidak meningkatkan tarif artinya tidak membebani masyarakat umum dan bagaimana kita mendistribusikan pendapatan dengan lebih maksimal sehingga dunia usaha tentunya membutuhkan sebuah keberlanjutan.

Ada dua hal yang perlu kita dorong dan salah satunya stabilitas ketika investasi itu diberikan kepastian dengan program-program yang sudah terbangun untuk keberlanjutan. Tanpa sebuah keberlanjutan maka saya pikir ini menciptakan kepastian dunia usaha dan REPNAS sangat fokus dengan hal tersebut, keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *