Ilyas Indra : “Investor of Change Pemuda Indonesia adalah Gagasan Tentang Menyiapkan Generasi Emas 2045 Saat Indonesia Berumur 100 tahun Adalah Sebuah Catatan & Harapan Saya”

Berita485 Views

Jakarta, 11 November 2023 – Dewan Pimpinan Pusat Forum Ketahanan Nasional (FORTANAS) bekerja sama dengan Kemendikbudristek RI mengadakan acara diskusi dan pelatihan kepemimpinan manajemen organisasi kepemudaan di Gedung Juang 45 Jakarta pada hari Sabtu, 11 November 2023.

Pada saat ditemui awak media seusai memberikan narasumber pada saat diskusi pelatihan kepemimpinan manajemen organisasi kepemudaan, Dr. Ilyas Indra Damarjati, S.HI., M.H., M.M sebagai Ketum KNPI 2021-2024 mengatakan; “Kita minta senior-senior memberikan mereka motivasi, jadikan mereka pemimpin biar mereka mandiri, membangun kekuatan ekonomi dan berdiri di kakinya sendiri. Kalau itu terjadi pendidikannya harus bagus maka dia akan menjadi SDM yang unggul. Kalau dia bagus pendidikannya mandiri, kekuatan ekonominya bagus maka saran saya pakai bisnis jadi entrepreneur yang paling cepat. Maka nanti kalau mereka sudah berusia 40 tahun mereka bisa mengabdi buat Indonesia. Mereka kuat nanti kalau sudah 40 tahun. Kita tidak bisa melihat mereka ini diajarkan mengkritik tanpa solusi. Diajarkan untuk tidak membangun kemandirian, tidak membangun kreativitas.

Sekarang kalau mereka mau jadi pebisnis itu jangankan startup, kalau model UMKM itu modalnya cuma 50 ribu sudah bisa bikin anybase segala macam. Itu mereka gratis, label halal di seluruh kantor urusan agama gratis. Kalau mereka mau naik level ke PT itu kalau dengan notaris hanya 3 juta. Kalau tidak sanggup 1 orang kumpulkanlah 10 orang, siapapun bisa pakai PT itu untuk membangun regulasi bisnis secara formal supaya punya rekening atas nama PT. Itu mudah sekarang. Sekarang kalau dari hilir ke hulu atau hulu ke hilir mereka tinggal cari produk yang bisa mereka pasarkan. Sistem online ecommerce mendukung. Mereka tidak susah, kalau ditanya mereka mau bisnis apa itu sederhana sekali yang mereka suka apa. Mereka suka kuliner itu bisa menjadi kekuatan mereka. Mereka suka dengan event itu bisa menjadi kekuatan mereka. Mereka suka dengan traveller, traveller bisa jadi bisnis.

Mereka di kampus-kampus kalau bisa rektornya dan kampusnya itu memberikan spirit untuk urusan ini. Banyak yang mereka bisa lakukan seperti Tiktokers dan segala macam itu sangat mudah. Dan pasarnya ada di Indonesia, Indonesia butuh pasar banyak kenapa harus China yang memasarkan produk. Mereka bisa. Mereka harus menyiapkan diri pertama menjadi anak muda yang mandiri dan bisa memiliki kemampuan ekonomi bagus. Yang kedua pendidikan mereka harus tinggi. Mereka harus menjadi sarjana yang produktif bukan sarjana nganggur. Kalau mereka sarjana cara bisnis mereka akan lebih profesional. Cara mengajukan modal, buka cabang, cari uang itu lebih bagus. Maka harus punya S1, S2 dan S3. Yang ketiga harus memiliki visi Indonesia Emas. Visi mengabdi kepada negara ini. Mereka harus mau masuk kedalam politik dan sistem negara ini. Jangan antipati terhadap politik itu akan melatih mereka sebelum masuk ke 2045,” tutupnya.

Investor of Change Pemuda Indonesia adalah Gagasan tentang menyiapkan Generasi Emas 2045 saat Indonesia berumur 100 tahun, adalah sebuah catatan dan harapan saya. Pada saat itu di Indonesia sudah terbentuk Sumber Daya Manusia yang unggul, pemuda berkualitas hingga bisa menjadi pemimpin yang amanah di era itu.

Generasi 2045 adalah generasi yang terbentuk benar – benar generasi yang siap memimpin bangsa ini dan mampu bersaing dengan bangsa lain di dunia Internasional baik ditingkat Asia Tenggara, Asia, dan Dunia. Jika kita kaji tentang meneropong 2045 nanti, itu kira – kira 23 tahun dari sekarang. Waktu yang tidak cukup lama sebenarnya untuk menyiapkan satu generasi yang siap memimpin bangsa ini dalam gerbang kemajuan suatu bangsa. Saat ini adalah tahun 2022 tentu pada saat tahun 2045 nanti adalah generasi yang saat ini berusia 20 – 30 tahun menjadi pemimpin dalam berbagai bidang. Harapan saya generasi yang saat ini berusia 20 – 30 tahun lah yang akan menjadi Objek untuk menyiapkan diri menjadi pribadi yang unggul, pemuda berkualitas dan menjadi kader potensial memimpin bangsa ini di tahun 2045 dengan menjadi pemimpin amanah untuk bangsa Indonesia.

Eki Pitung yang hadir sebagai Narasumber juga menyampaikan dalam wawancara dgn Media Online mengatakan ; “Kalau anak muda dikaitkan dengan politik maka hari ini saya bilang ada dua mata pisau. Artinya ada bagaimana anak muda dipertontonkan dijadikan Ketum Partai Politik lalu dijadikan salah satu Wakil Presiden ini suatu sample yang menurut saya menjadi dua mata pisau bisa akhirnya menjadi sebuah keburukan dikemudian hari, bisa juga menjadi sebuah kebaikan. Kita belum lihat jam terbang dan bagaimana nanti cara memimpin karena dua-duanya sama-sama kita tau masih sangat-sangat belia dan kapasitas yang diberikan itu saya memang dalam konteks kita memahami suatu organisasi leadership kepemimpinan didalam sebuah organisasi besar. Apalagi ini memimpin negara ini harus teruji. Disisi lain kita tidak menolak karena tidak ada hukum yang melarang itu.

Tidak ada hukum positif yang melarang itu. Namun secara etika sejarah rekam jejak dan semuanya ini perlu teruji. Maka saya bilang ini menjadi 2 mata pisau. Bisa menjadi sebuah keburukan, bisa menjadi sebuah kebaikan. Hari ini bagaimana menyikapi generasi muda ini maka harus diambil positifnya bahwa ada hikmah disitu siapapun bisa sebagai anak muda menjadi pemimpin bangsa jika memang peluang dan keinginan ikhtiar yang bersungguh-sungguh itu ada. Yang tidak bisa kita peungkiri adalah bagaimana orang-orang yang memiliki rekam jejak yang panjang. Proses dalam begitu jauh tentang leadership memimpin sebuah organisasi kecil kemudian menjadi orang besar sekarang lalu dipertontonkan instansi yang mereka semua kaget dan terkejut.

Orang yang diberikan kesempatan ini harus berani berbuat dan bertanggu jawab atas amanah yang dipercaya oleh ayahnya. Saya yakin dia punya nilai positif yang kita lihat mudah-mudahan anak-anak yang diberikan peluang emas ini dia mampu menepis cibiran atau bullyan dari masyarakat yang melihat itu sebagai sesuatu yang tidak etis,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *